Wakil Menteri Agama Tutup RAKERNAS, UIN Jambi Siap Ikut Sukseskan Program Prioritas KEMENAG 2023

Wakil Menteri Agama Tutup RAKERNAS, UIN Jambi Siap Ikut Sukseskan Program Prioritas KEMENAG 2023

[vc_row][vc_column][vc_column_text]HUMAS UIN SUTHA – Rakernas Kementerian Agama yang berlangsung di Platinum Hotel, Surabaya resmi ditutup oleh Wakil Menteri Agama, Dr.Zainud Tahuid Sa’adi, M.Si (05/02/2022).

 

Sebelum acara ditutup, Prof.Dr.Nizar,M.Ag selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI sekaligus Ketua Panitia Rakernas menyampaikan terkait laporan kegiatan berkaitan dengan layanan akomodasi, konsumsi dan kesehatan, selama berlangsung acara segala kebutuhan peserta dapat dilayani dengan baik. Berdasarkan catatan tim kesehatan tidak ditemukan peserta rakernas yang memerlukan penanganan kesehatan secara serius.

 

Menutup laporannya, Prof.Nizar mengucapkan apresiasi kepada seluruh jajaran kepanitiaan yang sudah bekerja dan mengolah materi kegiatan rakernas sehingga menghasilkan rekomendasi yang sama-sama akan kita laksanakan di tahun 2023 ini.

 

Selanjutnya, Wakil Menteri Agama dalam sambutannya menyampaikan bahwa betapa pentingnya Rapat kerja nasional ini karena akan memiliki fungsi yang sangat strategis karena melibatkan berbagai satker dilingkungan Kementerian Agama. Bahwa selama ini agama berperan sebagai pembangun moral dan entitas nilai nasionalisme. Karena ini juga bisa dijadikan sebagai upaya meredam isu fanatisme kelompok yang kerap menjadi eskalasi penyulut isu dan ujaran kebencian di masa-masa politik. Beliau juga mengharapkan agar Kementerian Agama bisa menjadi sebagai agen transformasi sosial, bukan hanya  sekedar tempat para ASN bekerja lalu pulang , tetapi tempat menambah manfaat di masyarakat. Dalam suasana bangsa dan negara yang tengah menghadapi dinamika tahun-tahun politik, Kementerian Agama sebagai institusi pemerintah yang melayani umat tidak boleh hanya di menara gading. Jajaran Kemenag harus maju ke tengah gelanggang, berperan membimbing, menenangkan, mencerahkan, dan mengayomi seluruh umat beragama dalam menyikapi beragam isu keagamaan.

 

 

Para pakar dan pemerhati, kata Wamenag, menyatakan bahwa agama merupakan salah satu kekuatan potensial dan aktual yang dirasakan pengaruhnya dalam membangun dan mengembangkan tatanan kehidupan sosial-kebangsaan. Dalam konteks ini, agama merupakan instrumen perekat kehidupan masyarakat dan bangsa yang menyuguhkan alternatif perbaikan pada berbagai aspek kehidupan.

“ASN Kemenag harus mampu mengoptimalkan peran agama sebagai pembangun moral, perekat etnisitas dan nasionalitas dalam kehidupan kenegaraan yang ditegakkan dalam koridor konstitusi,” pesannya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_images_carousel images=”145443,145444,145445,145446,145447,145448,145449″ img_size=”350X255″ speed=”1000″ autoplay=”yes” wrap=”yes”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Menurut Wamenag, Kementerian Agama bukan sekedar tempat bekerja bagi para ASN, tetapi tempat menghasilkan manfaat dan nilai tambah kepada umat, bangsa, dan negara. Seluruh jajaran Kementerian Agama perlu mempertajam analisis dalam membaca fenomena sosial-keagamaan serta meningkatkan kolaborasi dengan multi stakeholder dan seluruh lapisan umat tanpa membedakan satu sama lain. “Pola pikir dan pola kerja kita semua harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai kebersamaan di atas kepentingan pribadi, kelompok atau golongan,” terangnya.

 

 

“ASN Kementerian yang membawa nama agama ini harus mampu menjadi teladan moral melalui pengabdian profesi dan posisi formal di jajaran pemerintahan. Profesionalisme ASN Kementerian Agama di semua lini harus memancarkan integritas, nilai-nilai moralitas dan humanitas,” sambungnya.

 

 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mencanangkan 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Untuk itu, gaung tahun kerukunan harus dimasifkan. Muara dari penguatan Moderasi Beragama sebagai program nasional adalah kerukunan umat beragama yang semakin berkualitas dan teruji.

 

 

“Isu agama dan keagamaan tahun 2023 dan tahun mendatang, akan sangat dinamis, berwarna dan bergelombang. Ibarat nahkoda dan para awak kapal, kita semua harus pandai membaca ombak dan gelombang samudera agar berlayar sampai ke tujuan,” tutur Wamenag.

 

 

Prof.Dr.H.Suaidi, M.A., Ph.D yang menghadiri kegiatan Rakernas ini hingga akhir setelah penutupan berlangsung, mengatakan bahwa banyak agenda-agenda besar yang akan kita kerjakan di UIN Jambi dengan membuat program-program turunan dari program prioritas Kementerian Agama ditahun 2023 ini.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]