Rektor UIN STS Jambi Berharap Lulusan Perguruan Tinggi Mampu Hadapi Tantangan Pasar Kerja Global

Rektor UIN STS Jambi Berharap Lulusan Perguruan Tinggi Mampu Hadapi Tantangan Pasar Kerja Global

 

 

Humas UIN SUTHA–Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. Asad Isma, M. Pd., selaku Koordinator Kopertais XIII berharap kepada para lulusan perguruan tinggi bisa menghadapi tantangan dan peluang yang menanti di depan mata. Salah satu peluang yang semakin lebar saat ini adalah bidang kewirausahaan. Di tengah era yang terus berubah dan berkembang, kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk bersaing di pasar kerja global.

Pesan ini disampaikan pada pidato sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Koordinator Kopertais XIII, Dr. Muhamad Taridi, M. Pd., saat wisuda Program Sarjana Institut Islam Mamba’ul Uum Jambi, Rabu (6/3).

“Di tengah era yang terus berubah dan berkembang, kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk bersaing di pasar kerja global. Saya yakin bahwa para lulusan IAI Mamba’ul Ulum telah dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan semangat kewirausahaan yang kuat untuk menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.

“Sebagai lulusan perguruan tinggi yang memiliki jiwa kewirausahaan, kalian memiliki kesempatan besar untuk menjadi pengusaha sukses. Di era digitalisasi seperti sekarang ini, peluang usaha terus berkembang pesat, seperti e-commerce, fintech, atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kalian dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang telah kalian peroleh selama kuliah untuk menciptakan usaha yang inovatif dan berdaya saing tinggi di pasar global,” katanya lagi.

Menurut Rektor, reservasi akademik di perguruan tinggi adalah langkah penting untuk memastikan akses yang adil dan merata dalam pendidikan tinggi bagi semua lapisan masyarakat. Dengan memperluas kesempatan pendidikan, tidak hanya membuka pintu bagi lebih banyak individu untuk meraih mimpi mereka, tetapi juga menciptakan lingkungan akademik yang lebih kaya dan beragam.

Namun, kata dia, juga tidak boleh melupakan pentingnya meningkatkan mutu pendidikan. Sebagai komitmen yang tak terpisahkan dari proses pendidikan, peningkatan mutu mahasiswa dan dosen harus terus dijaga. Program-program seperti pendampingan guru besar merupakan salah satu contoh nyata bagaimana dapat terus meningkatkan mutu pendidikan.

“Salah satu program peningkatan mutu dosen PTKIS baru-baru ini, dilaksanakan pada tanggal 29 Februari hingga 2 Maret di GTC-Sutha Inn. Dimana pagi harinya (29 Februari 2024 bertempat di amphitheater Gedung Rektorat UIN STS Jambi) telah dilakukan launching “Program Pendampingan Guru Besar.” Dihadiri oleh dosen-dosen UIN STS Jambi dan dosen-dosen PTKIS. Dalam konteks ini, KOPERTAIS XIII telah menyelenggarakan couching clinic/pendampingan utk penulisan artikel ilmiah sebagai syarat khusus untuk guru besar dimentori oleh Prof Amirul Mukminin Ph.D dan TIM diikuti 16 peserta dari PTKIS dibawah Kopertais wilayah XIII, dan alhamdulillah dalam waktu bersamaan para peserta telah sukses mensubmit artikel ke jurnal terindek SINTA dan scopus. Kita berharap dari program pendampingan ini setiap PTKIS akan ada minimal 1 guru besar baru setiap tahun,” ujarnya.

Yang tidak kalah pentingnya, Rektor menyampaikan kepada civitas akademica Institut Islam Mamba’ul Uum Jambi bahwa alih status perguruan tinggi menjadi perhatian serius dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan adaptasi yang tepat, dapat memastikan bahwa lembaga pendidikan tetap relevan dan efektif dalam mempersiapkan generasi masa depan. Saat ini ada beberapa PTKIS yg sudah menuju alih status menjadi Institut; IAI Al-Mujaddid Tanjab Timur; IAI An Nadwah Kuala Tungkal Tanjab Barat; Institut Darul Ulum Sarolangun; IAI Abuya Salek Sarolangun; IAI Ma’arif Jambi. Untuk PTKIS yang sdh menjadi Institut dan sudah waktunya serta memenuhi persyaratan dapat meningkatkan statusnya menjadi universitas.

“Untuk mengisi proses pembelajaran dan pengajaran, Implementasi Kurikulum Merdeka Kampus Merdeka merupakan inisiatif revolusioner yang memperkenalkan fleksibilitas dan kebebasan akademik yang lebih besar kepada perguruan tinggi, termasuk kegiatan magang atau praktik kerja lapangan di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kegiatan ini sangat penting karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di lapangan, yang tidak hanya memperkuat pengetahuan dan keterampilan akademis mereka, tetapi juga membantu mereka memahami dinamika dunia kerja secara langsung,” ujarnya.

“Dengan memperkenalkan kegiatan fokus pada magang atau praktik kerja lapangan di DUDI dalam Kurikulum Merdeka Kampus Merdeka, perguruan tinggi dapat memberikan keunggulan kepada lulusannya di pasar kerja global. Lulusan yang telah mendapatkan pengalaman praktis di lapangan memiliki keunggulan dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki pengetahuan teoritis. Selain itu, kegiatan ini juga memungkinkan perguruan tinggi untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan di berbagai sektor, sehingga dapat memperluas akses mahasiswa ke kesempatan magang atau praktik kerja lapangan,” katanya lagi.

Terakhir, kata Rektor, kebijakan prodi umum di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) yang kembali ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan upaya untuk meningkatkan koordinasi dan pengawasan terhadap program studi, serta memastikan kualitas pendidikan yang terjaga dengan baik. Aturan ini sesuai dengan surat DIRJEN PENDIS (Direktur Jenderal Pendidikan Islam) tanggal 15 Februari 2024, Nomor: B-153/DJ.I/Dt.I.III/HM.00.02/2024 tentang Tindak Tindak Lanjut Kebijakan Penataan Program Studi Rumpun Ilmu Agama dan Non-Agama di Kementerian Agama.

“Dengan menggabungkan semua upaya ini, saya yakin bahwa para wisudawan dan wisudawati hari ini akan menjadi agen perubahan yang berpengaruh dalam masyarakat dan membawa kebaikan bagi bangsa dan negara,” ucapnya. (*)