PLT Sekretaris ITJEN: Integritas dan Loyalitas ASN Ikuti Lima Budaya Kerja di Kementerian Agama

PLT Sekretaris ITJEN: Integritas dan Loyalitas ASN Ikuti Lima Budaya Kerja di Kementerian Agama

HUMAS UIN SUTHA – Penyampaian materi oleh Kastolan, S.Pd.,M.Si selaku PLT Sekretaris ITJEN Kementerian Agama RI tentang Integritas dan Loyalitas ASN dalam Akselerasi Kualitas Maksimal Pengabdian (01/03/2023).

Jika ditanya tentang integritas maka ini berkaitan dengan lima budaya kerja di Kementerian Agama yakni Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan yang juga merupakan bentuk keselarasan antara pikiran dan ucapan, jangan hanya sekedar omongan saja.

 

Dilingkungan kerja kita perlu menciptakan suasana kerja yang nyaman karena kita ini masuk dalam dunia akademis, jadi hubungan antar struktural itu memang ada tetapi tidak perlu dipertegas, utamakan nilai kolega dalam kerja.

Dalam kesempatan ini pemateri juga menyampaikan salah satu apa yang dikatakan oleh Gus Men bahwa pendidikan memang peran penting dalam mengubah prilaku. Pendidikan bukan hanya sekedar transformasi pengetahuan, namun juga sekaligus menjadi media internalisasi nilai-nilai agar menjadi tradisi yang baik. Hal ini bisa ditanamkan kepada mahasiswa di kampus untuk menjadi tradisi yang baik salah satunya dengan memberikan aturan kepada mahasiswa ketika melakukan kesalahan mendapatkan sanksi. Ini semua ada didalam 12 poin perubahan yang menjadi tagihan dari KPK dan ini juga akan ditagih oleh ITJEN.

 

Sepanjang tim ITJEN yang melakukan pemeriksaan ke UIN Jambi, sejauh ini tidak ada hal yang menjadi temuan. Ada tujuh akar masalah, salah satunya masalah kepemimpinan yang penting untuk menjaga kondusifitas jika ada masalah berupa aduan masyarakat (dumas) yang tidak terlalu signifikan akan kita kembalikan kepada Rektor atau Senat kampus untuk menyelesaikannya.

 

 

Menutup, penyampaian materinya PLT Sekretaris ITJEN juga menyampaikan bahwa

 

 

opoin penting baha pentingnya sebuah integritas pada sebuah institusi, karena instistusio yang baik akan dilahirkan adair oprang yang memiliki integritas dan berdaya saimng. suatu syarat dari daya saing itu bahwa ada paragdigma yang berubah dengan ITJEN saat ini lebih kepada menjadi mitra tempat mengadu, bukan lagi sekedar memeriksa lalu menyalahkan.