Kultum Rektor UIN STS Jambi: Ramadhan dan Pentingnya Melatih Diri

Kultum Rektor UIN STS Jambi: Ramadhan dan Pentingnya Melatih Diri

 

Humas UIN SUTHA~~Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. Asad Isma, M. Pd., memenuhi undangan Masjid Fastabiqul Khairat, kawasan Pematang Sulur, Kota Jambi pada Salat Tarawih perdana Ramadhan 1445, Senin (11/3).

Kehadiran Rektor adalah sebagai penceramah Salat Tarawih di masjid yang notabene tak jauh dari kediaman pribadinya.

Dalam ceramah Kuliah Tujuh Menit (Kultum) itu, Rektor kembali menegaskan tentang esensi Ramadhan dan Manifestasi Ketakwaan serta pentingnya melatih diri bagi seluruh umat muslim. Termasuk pentingnya mengucap syukur kepada Allah atas nikmat yang sudah diberikan selama ini.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah atas nikmat kesehatan, masih bertemu dengan Ramadhan 1445 H. Tahun lalu, masih ada keluarga kita yang beribadah bersama kita, kali ini sudah meninggalkan kita. Ada dulu yang sakit, hari ini berhalangan sakit

Jadi pentingnya wujud syukur kita dalam menyambut Bulan Ramadhan tahun ini,” kata Rektor.

Menurut Rektor, sebagaimana diketahui kewajiban berpuasa terdapat di dalam QS. Al Baqarah: 183, dan mewajibkan kepada orang-orang beriman untuk berpuasa. Oleh sebab itu untuk setiap makhluk beriman untuk berpuasa di Bulan Ramadhan.

“Kalau kita beriman sudah keniscayaan akan berpuasa. Kita harus bersyukur sampai hari ini diberi iman dan Islam. Puasa melatih kejujuran. Jangan sampai ada yang di rumah puasa, di luar tidak puasa. Puasa mengutamakan dan melatih kejujuran kita,” ujarnya.

Yang tidak kalah pentingnya, Rektor mengatakan, puasa juga melatih peduli untuk sesama. Sangat penting untuk terus menimbulkan rasa empati, peduli, kepada orang tidak mampu.

“Allah mengajak kita berpuasa agar empati bisa selalu muncul. Kita sedih melihat ada yang kekurangan. Rasa peduli harus kita tanamkan,” katanya.

“Di UIN STS Jambi tiap tahun kita buat program berbagi untuk masyarakat sekitar. Itu sebagai wujud kampus yang peduli terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya lagi.

Rektor mengatakan bahwa pada momen Bulan Ramadhan juga penting menjaga lisan. Oleh sebab itu, Rektor mengimbau pentingnya untuk selalu menahan diri dan menjaga lisan.

“Dengan semangat yang kita miliki untuk belajar terus melatih diri, kita juga berharap semoga kita kembali bertemu hingga akhir Ramadhan tahun depan. Mari kita berdoa agar terus di bawah ridho dan ampunan Allah SWT,” ucapnya. (*)