UIN Sutha Jambi Perguruan Tinggi Indonesia Pertama Yang Akan Memiliki Lembaga Konservasi

UIN Sutha Jambi Perguruan Tinggi Indonesia Pertama Yang Akan Memiliki Lembaga Konservasi

UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (UIN Sutha Jambi) adalah perguruan tinggi Indonesia pertama yang akan memiliki lembaga konservasi. Untuk mendukung dan menindaklanjuti hal tersebut UIN Sutha Jambi menghadirkan Dr. H. Rahmat Shah pada Rapat Kerja Pimpinan UIN Sutha Jambi di Hotel Emersia Bandar Lampung, Selasa (25/01/22).

Dr. H. Rahmat Shah Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) yang juga anggota kehormatan Dewan Penyantun UIN Sutha Jambi hadir pada kegiatan raker 2022. Pada kesempatan ini ia menyampaikan materi mengenai pengembangan lembaga konservasi untuk masa depan yang berkelanjutan.

PKBSI saat ini beranggotakan 57 lembaga konservasi yang tersebar di 18 Provinsi dari Aceh hingga Papua. PKBSI juga merupakan salah satu pendiri South East Asian Zoos and Aquariums Assosiation (SEAZA) pada tahun 1990. Memiliki total koleksi satwa 4.912 jenis berjumlah kurang lebih 70.000 individu berupa satwa endemic yang dilindungi maupun satwa dari berbagai belahan dunia.

PKBSI mampu menyerap lebih dari 22.000 tenaga kerja dengan jumlah pengunjung lebih dari 50 juta orang per tahun. Membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah melalui multiplier effect (hotel, restoran, pedagang kecil, souvenir, makanan khas daerah, dll) serta berkontribusi PAD wilayah.

Ia mengajak UIN Sutha Jambi khususnya peserta raker yang hadir untuk menjadi pionir di berbagai bidang yang memiliki arti dalam masyarakat luas tidak hanya dalam pendidikan. Berdasarkan data PKBSI tersebut melalui Lembaga ini, ke depan UIN Jambi mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memiliki anggaran yang tidak bergantung pada BLU.

 

Fungsi Lembaga Konservasi

Lembaga konservasi memiliki fungsi yang sangat vital dalam konservasi. Diantaranya pengembanganbiakan terkontrol, exsitu link to in-situ, tempat penitipan satwa, menjaga kemurnian genetic. Benteng terakhir penyelamatan satwa, paru-paru kota dan resapan, tempat konservasi tumbuhan langka.

Sebagai tempat edukasi, saran rekreasi dan tempat pariwisata yang sehat, layak, mendidik, dan terjangkau bagi semua kalangan. Serta tempat penelitian, peragaan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Pada kesempatan ini pula ia berjanji akan menghibahkan dana sebesar 200 juta rupiah sebagai dana bantuan pendirian Lembaga konservasi yang akan dibangun di UIN Sutha Jambi.