
“THE Impact Rankings”, UIN STS Jambi Submit Dokumen Ranking Dunia
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berkomitmen penuh dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs merupakan rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia. Hal ini sebagai upaya peningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan menjaga lingkungan. SDGs atau TBP berisi 17 Tujuan yang diperinci pada 169 Target dan diharapkan dapat rampung tercapai pada tahun 2030.
Komitmen kampus lokomotif perubahan ini, dalam mendukung pencapaian SDGs dibuktikan dengan keikutsertaan dalam ranking dunia yaitu Times Higher Education “THE’ Impact Rankings.
Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan (Center for SDGs Studies) yang dibentuk oleh Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Su’aidi Asy’ari, MA., Ph.D dan di bawah koordinasi Wakil Rektor I Dr. Rofiqoh Ferawati, S.E., M.EI., bersama tim penyusun THE Impact Rankings, dokumen THE telah berhasil diselelsaikan dan direview langsung bersama Rektor selama kurang lebih 3 hari.
Jika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berhasil masuk dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Ranking, kemungkinan besar, UIN STS Jambi adalah Perguruan Tinggi pertama di bawah Kementrian Agama yang masuk dalam ranking dunia versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings. “Ini sebuah pencapaian yang sangat luar biasa,”ungkap Su’aidi sesaat akan men-submit dokumen THE Impact Rankings, Kamis (11/11/2021) malam.
Melalui keikutsertaan dalam pemeringkatan THE Impact Rankings, UIN STS Jambi telah melangkah menuju World University Rankings. Indikator-indikator penilaian yang ada telah menjadi pedoman kerja dan bahan evaluasi. Yang digunakan untuk peningkatan kualitas Pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang lebih baik dan berstandar International.
Kegiatan yang berlangsung di rumah moderasi, kampus 1 UIN STS Jambi Telanaipura, dihadiri Wakil Rektor 1,2, dan 3, Kepala Biro, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua LPM, Ketua LPPM, serta tim THE Impact Rankings.
THE Impact Rankings. 17 Indikator SDGs,
THE adalah sebuah lembaga pemeringkatan yang mengukur kontribusi universitas – universitas di dunia berdasarkan kontribusi universitas tersebut terhadap 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari:
SDG1: Tanpa kemiskinan (No Poverty)
Indikator SDG 1 mengukur bagaimana Universitas mampu menunjukkan keikutsertaan dalam ruang lingkup Tri Dharma perguruan tinggi, seperti misalnya menyediakan pendidikan gratis bagi siswa yang kurang mampu, dukungan dalam penyediaan asrama mahasiswa dan transportasi.
SDG2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
Universitas harus ikut serta dalam upaya menghapuskan kelaparan dunia melalui banyak cara. Salah satunya meminimalisir limbah makanan yang dihasilkan dari kampus. Limbah makanan di kampus dapat berasal dari berbagai tahapan proses produksi, mulai dari bahan mentah hingga sisa makanan jadi. Kampus harus menjamin tidak ada makanan berlebihan yang diproduksi, pilihan – pilihan terhadap proses yang lebih berkelanjutan harus diutamakan.
SDG3: Kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Wellbeing)
Melalui SDG 3, Universitas diharapkan melakukan agenda yang mempromosikan kesejahteraan dan kehidupan yang sehat. Baik untuk civitas akademika maupun komunitas lokal tanpa memandang usia. Sangat penting bagi universitas untuk menghapuskan segala bentuk masalah kesehatan, khususnya pada isu – isu Kesehatan terkini dan masalah kesehatan yang selama ini sulit diatasi.
SDG4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Pendidikan merupakan pintu bagi pemberantasan ketidaksetaraan, terutama yang telah terjadi di beberapa generasi. Universitas harus ikut serta dalam upaya peningkatan kualitas hidup manusia melalui Pendidikan misalnya dengan menyediakan akses terhadap pendidikan yang inklusif, serta berperan aktif untuk peningkatan kualitas hidup lingkungan sekitar melalui pendidikan.
SDG5: Kesetaraan Gender (Gender Equality)
Perempuan remaja maupun dewasa masih terus mengalami diskriminasi dan kekerasan diberbagai belahan dunia, Kesetaraan gender adalah hak dasar dan merupakan landasan bagi dunia yang lebih baik dan berkelanjutan. Universitas harus secara aktif ikut serta dalam upaya kesetaraan gender dalam hal Pendidikan misalnya dengan menjamin partisipasi mahasiswa perempuan pada kegiatan – kegiatan kampus dan keterwakilan perempuan dalam ruang publik di lingkungan kampus.
SDG6: Air besih dan sanitasi layah (Clean Water and Sanitation)
Air yang bersih dan sanitasi yang layak menjadi kebutuhan mendasar bagi manusia. Univeristas harus ikut serta dalam upaya menjaga ketersediaan air yang tidak hanya cukup namun juga layak dan berkelanjutan. Sebagai salah satu wujud Tri Dharma perguruan, penelitian dan sosialisasi tentang penggunaan air yang bijak merupakan salah satu indikator yang diukur dalam SDG 5 ini.
SDG7: Energi bersih dan terjangkau (Affordable and Clean Energy)
Selain air dan makanan, energi merupakan salah satu pendukung dalam kehidupan manusia. Kehidupan kampus tentu tidak dapat dilepaskan dari penggunaan energi. SDG ini mengharapkan kampus dapat secara bijak menggunakan energi. Dan mengambil bagian dalam upaya mendukung energi bersih terbarukan baik melalui penelitian, sosialisasi dan perilaku sadar energi dari kampus sendiri.
SDG8: Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Sebagai upaya pengentasan kemiskinan diseluruh dunia termasuk di lingkungan kampus, SDG 8 ini mengharuskan Universitas untuk ikut serta dalam upaya ini. Sebagai pemberi kerja, universitas harus menjamin tidak ada perbudakan modern dalam segala bentuk di lingkungan universitas. Riset dan inovasi terkait dengan upaya menciptakan kualitas pekerjaan yang baik juga menjadi hal penting yang diukur dalam indikator ini.
SDG9: Industri, inovasi, dan infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure)
SDG ini mengukur bagaimana universitas telah berperan dalam menggerakkan inovasi dalam hal transportasi, irigasi, energi dan teknologi informasi dan komunikasi melalui keterhubungan dengan sektor industri. Selain itu, untuk mencapai dunia yang sustainable, inovasi ini tidak dapat dilakukan tanpa memberdayakan komunitas lokal.
SDG10: Berkurangnya kesenjangan (Reduced Inequalities)
Universitas harus menjadi pioneer dalam upaya pengurangan kesenjangan baik dalam hal gender, maupun grup – grup minoritas lainnya. Universitas diharuskan untuk melakukan peran aktif dalam memberantas kesenjangan baik dalam hal ekonomi maupun Kesehatan.
SDG11: Kota dan pemukiman yang berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
Interaksi antara universitas dengan wilayah tempatnya berada haruslah sehat dan bisa bertahan untuk generasi yang akan datang. Dimanapun universitas berada, baik kota maupun desa, kelangsungan untuk generasi yang akan datang harus tetap diprioritaskan. Partisipasi universitas tidak hanya pada sektor lingkungan, tapi juga pada warisan budaya dan sejarah yang sangat kaya di Provinsi Jambi khususnya.
SDG12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Responsible Consumption and production)
Roda perekonomian dunia digerakkan oleh produksi daripada produk – produk konsumsi. Hal ini merupakan hal yang baik jika dapat dikelola secara bertanggung jawab. Efisiensi dalam rantai produksi dan konsumsi adalah kunci, Universitas dalam hal ini diharuskan untuk efisien dalam penggunaan sumber daya dan meminimalisir limbah.
SDG13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
Indikator ke 13 ini mengukur bagaimana universitas berperan serta dalam mengatasi isu – isu perubahan iklim melalui riset dan pendidikan yang sadar lingkungan, dan menjadi pelaku utama dalam penggunaan karbon rendah.
SDG14: Ekosistem Lautan (Life Below Water)
Lautan, dan sungai serta daerah aliran sungai yang terhubung dengannya, adalah bagian terbesar dari ekosistem kita. 40% populasi dunia berada pada jarak 100 km dari pantai, dan kita semua bergantung – secara langsung atau tidak langsung – pada laut. Sehingga penting bagi universitas untuk ikut serta dalam upaya perlindungan dan peningkatan eksosistem perairan seperi danau, kolam, sungai, muara dan lautan lepas.
SDG15: Menjaga ekosistem darat (Life on Land)
SDGs ke 15 mengukur bagaimana universitas berperan dalam menjaga ekosistem daratan, sehingga dapat diwariskan bagi generasi yang akan datang. Isu tentang kristisnya kondisi keanekaragaman hayati menjadi perhatian penting saat ini. Universitas harus menjadi bagian dari gerakan ini dengan mengelola hutan kampus secara berkelanjutan. Menghentikan degradasi lahan dan melakukan upaya untuk menjaga keanekaragaman hayati.
SDG16: Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions)
Universitas hadir tidak hanya sebagai Lembaga Pendidikan, namun juga menjadi bagian dari masyarakat. Yang harus ikut serta dalam upaya mewujudkan kedamaian, keadilan dan penguatan institusi pemerintah. Melalui SDG ini, universitas diharuskan berperan secara langsung baik melalui riset maupun pendampingan. Pada organisasi pemerintah dalam hal penegakan hukum dan mencipatakan kedamaian melalui kebijakan publik yang baik.
SDG17: Kemitraan untuk mencapai tujuan (Partnership for the Goals)
Pada akhirnya, kita tidak hidup sendirian di planet ini, termasuk universitas. Kolaboras adalah kunci, kampus harus melakukan kemitraan dengan segala stakeholder dari berbagai latar belakang, dan berbagai level baik lokal, regional maupun nasional dan internasional untuk mencapai tujuan – tujuan yang telah disebutkan diatas.
Melalui 17 poin SDGs di atas, lembaga pemeringkatan ‘THE’ impact rankings akan menentukan universitas terbaik yang akan diumumkan pada bulan April 2022 nanti.

