UIN Jambi Tuan Rumah KONSOLDA BEM-SI Se-Provinsi Jambi Hadirkan Pembicara Kapolda Jambi dan Ketua DPRD Provinsi

UIN Jambi Tuan Rumah KONSOLDA BEM-SI Se-Provinsi Jambi Hadirkan Pembicara Kapolda Jambi dan Ketua DPRD Provinsi

HUMAS UIN SUTHA – Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN SUTHA Jambi menjadi tuan rumah Konsolidasi Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (KONSOLDA BEM-SI) Se-Provinsi Jambi bertempat di Auditorium Prof. Chatib Quzwain Kampus II Sungai Duren (17/03/22).

Kegiatan KONSOLDA ini sekaligus Dialog bersama Kapolda Jambi tentang Supermasi Hukum dan Keadilan serta Dialog bersama Ketua DPRD Provinsi Jambi tentang Stabilitas Politik di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Ketua DEMA UIN SUTHA Jambi sekaligus Koordinator BEM SI wilayah Jambi menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dan ada 17 BEM/DEMA Perguruan Tinggi di Jambi yang mengikuti KONSOLDA ini. Hari pertama dilaksanakan pembukaan dan dialog bersama dilanjutkan dua hari kedepan akan berlanjut dengan rapat kerja BEM.

Kiri ke Kanan: Dr. A.A.Munir, M.A (Kepala Biro AAKK UIN Jambi), Edi Purwanto, S.HI., M.Si (Ketua DPRD Provinsi Jambi), Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo (Kapolda Jambi), Dr. As’ad Isma, M.Pd (Wakil Rektor II UIN Jambi)

Dalam sesi dialog bersama ini Kapolda sempat menjelaskan fenomena kelangkaan minyak yang terjadi di Jambi saat ini salah satu indikatornya karena pemilik olahan minyak dalam bentuk C-PO lebih cenderung menjual hasilnya keluar negeri, karena menjual di dalam negeri telah diatur harga eceran tertinggi. Sementara diluar negeri aspek bisnis yang didapatkan jauh lebih besar. Selain itu sisi politik dan kebudayaan tentu juga ikut mempengaruhi. Melihat fenomena masalah di masyarakat saat ini, mahasiswa sebagai agen of change, terkhusus teman-teman yang merupakan BEM harus mampu menyelesaikan masalah (problem solving) dan menghadirkan solusi, mahasiswa bisa membaca permasalahan ini untuk kemudian membuat kajian akademis.

Dilanjutkan dengan materi dari Ketua DPRD Provinsi Jambi tentang Stabilitas Politik di Jambi, jika berbicara tentang politik tentu tidak lepas dari demokrasi, suatu sistem terbaik yang dikatakan oleh Aristoteles. Selain eksekutif, legislatif dan yudikatif ada pers dan mahasiswa. Berkaitan dengan stabilitas politik ini, beliau menyampaikan bahwa Jambi selalu mempertimbangkan 7 indikator dalam pembangunan seperti; Penurunan Angka Kemiskinan, Penurunan Angka Pengangguran, Angka Ibu Melahirkan, Angka Kematian Bayi, Pembangunan Manusia. Nah, indikator pembangunan ini termasuk melahirkan calon-calon pemimpin dari BEM-SI ini agar menjadi generasi pemimpin yang berinisiatif (memunculkan ide-ide baru), berjiwa melayani (mampu mendengar dengan baik), navigator (tau arah dan mampu mengarahkan menjadi hal yang baik) ujar Edi Purwanto yang dulu pernah menjadi Presiden Mahasiswa IAIN STS Jambi.

Diakhir dialog, beliau berpesan agar para Ketua BEM/DEMA menjadikan konsildasi ini sebagai arena berdiskusi dan membaca dengan harapan agar mahasiswa hari ini bisa berdikari dan mampu melahirkan kemandirian ekonomi.
_______________________________
Jurnalis Foto: Budi Prasetyo, S.E
Editor: Maulana Abdul Ghaffar, S.IP