UIN Jambi Adakan FGD Pengelolaan Sampah Kecamatan Jaluko Sebagai Pilot Project

UIN Jambi Adakan FGD Pengelolaan Sampah Kecamatan Jaluko Sebagai Pilot Project

[vc_row][vc_column][vc_column_text]HUMAS UIN SUTHA – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui Pusat Kajian SDGDs, Pusat Kajian Lingkungan Hidup, Pusat Kajian Demografi dan LPPM mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Pemerintah, LSM, dan masyarakat dalam upaya kolaboratif dalam menangani permasalahan serius terkait timbunan sampah ilegal di wilayah Kecamatan Jaluko (Jambi Luar Kota), Kamis  (30/11).

Dalam laporannya, Saldi Yulistian mewakili Pusat Kajian SDGDs mengatakan Hasil FGD ini menjadi langkah awal yang penting dalam menangani permasalahan sampah yang memprihatinkan di wilayah Jaluko dimana Kampus II UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berada.

Mewakili Rektor, Dekan Fakultas Saintek Iskandar Nazari, Ph.D mengatakan bahwa kegiatan FGD ini merupakan langkah awal yang diambil dalam menangani keprihatinan UIN Jambi terkait masalah sampah. Melalui FGD ini diharapkan akan memberikan dampak penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi disekitar kampus saat ini. Kolaborasi ini dianggap sebagai kunci karena Jaluko merupakan wilayah strategis dan bisa menjadi pilot project dalam rangka penyelesaian persoalan sampah di masyarakat.

UIN Jambi telah menginisiasi proyek percontohan untuk menyelesaikan masalah persampahan di Jaluko dengan melakukan survei terhadap timbulnya sampah ilegal di sepanjang jalan di 3 desa Kecamatan Jaluko. Mengacu pada berbagai peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah, seperti Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan peraturan lainnya, mendorong semua pihak untuk mengurangi dan mengelola sampah. mengurangi dan mengelola sampah dengan mengedepankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Sebagai pemantik diskusi, tim UIN Jambi menguraikan hasil survei terkait lokasi pembuangan sampah ilegal di Jaluko dan pola pengelolaan sampah oleh masyarakat di Desa Mendalo Indah, Sungai Duren, serta Simpang Sungai Duren oleh tim yang terdiri Dr. Irmawati Sagala, Imam Arifa’illah, M. Sc, Syukrya Ningsih, M.Si, A. Syukron Prasaja, M.Si dan tim lainnya.

Berdasarkan survey tim UIN Jambi, sebagian besar sampah yang berada di daerah Kecamatan Jaluko berasal dari perumahan dan pedagang yang belum mengatur pengelolaan sampah dengan baik. Penanganan sampah sebelumnya ditangani oleh Dinas Perkim dan kemudian dialihkan kepada DLH karena terkendala armada yang terbatas. Namun pengalihan ini kurang optimal dalam menangani jumlah sampah yang ada di Jaluko. Menyikapi hal ini, UIN Jambi telah memperluas cakupan kajiannya, tidak hanya pada bidang ilmu sosial/agama, namun juga memperhatikan aspek lingkungan, termasuk permasalahan sampah dan limbah.

Di tingkat kabupaten/kota, pengelolaan sampah meliputi beberapa tahapan mulai dari pengurangan sampah, pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pengolahan akhir sampah. Keberhasilan pengelolaan sampah ini sangat bergantung pada keterlibatan organisasi OPD, aspek teknis, pembiayaan, peraturan, dan partisipasi masyarakat serta swasta.

Hasil survei menunjukkan bahwa titik – titik sampah ilegal di Jaluko cenderung berpusat di daerah padat penduduk seperti perumahan dan kawasan usaha kecil menengah. Namun, tantangannya bukan hanya terkait dengan kapasitas sampah, melainkan juga kurangnya fasilitas dan infrastruktur pengelolaan sampah.

Selaku narasumber Santoso, S.E dari Bank Sampah Bangkitku mengatakan perlunya dukungan dari OPD dan kelompok swadaya masyarakat, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri serta diskusi yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk dinas, pemerintah daerah, dan bupati untuk mencapai kesepakatan dan menyusun aturan baku yang mengatur penanganan sampah dan menekankan pentingnya memutus rantai sampah dengan kolaborasi antara kampus, desa, dan kecamatan.

Selain itu, perlu roadmap pengelolaan sampah terpadu mulai dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten Muaro Jambi, serta mendukung edukasi dan sosialisasi yang tepat agar masyarakat memiliki komitmen untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_gallery interval=”5″ images=”148905,148904,148903,148901,148902″ img_size=”large”][/vc_column][/vc_row]