TOT Mata Kuliah Transintegrasi Ilmu

TOT Mata Kuliah Transintegrasi Ilmu

74 calon dosen mata kuliah Transintegrasi Ilmu, Rabu (22/9) menggelar Training of Trainers (TOT) di Aula Lantai 3 Rektorat. Kegiatan diisi langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr.H.Suaidi,MA.,Ph.D.

Ia menjelaskan tentang landasan filosofi, historis, urgensi dalam penerapan paradigma transintegrasi ilmu. Kegiatan ini sebagai persiapan bagi calon dosen yang akan mengampuh mata kuliah transintegrasi ilmu dan akan diajarkan kepada mahasiswa baru dilingkup UIN STS Jambi.

Dijelaskan, dengan paradigma dan kurikulum transintegrasi Ilmu, UIN STS Jambi berupaya menciptakan profil alumni sebagai ulama yang tegak kokoh dengan ilmu agamanya. Memiliki pandangan jelas dan terang ke depan dengan sains dan teknologi informasinya dan sebaliknya.

Itulah yang menjadi kriteria ulama yang saintis dan saintis yang ulama. Prinsip qaedah al-muhafazatu ‘ala al-qadm al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-aslah, tidak saja menjadi retorika pemanis bibir belaka, tetapi kami ejawantahkan dalam bentuk revisi kurikulum yang terukur daya capainya.

“Alumni yang kita harapkan itu akan ada 4 tahun lagi, karena mahasiswa baru tahun 2021 ini lah yang akan mendapatkan mata kuliah Transintegrasi Ilmu ini,” tegas Rektor UIN STS Jambi.
Untuk memberikan pemahaman yang baik, dalam pembahasan mata kuliah Tarnsintegrasi Ilmu ini di bagi menjadi 20 tim, dimana setiap timnya terdiri 8 dosen baik dosen sains dan dosen ilmu – ilmu agama.

Hal ini bertujuan, agar terjadi sinkronisasi antara ilmu sains dan agama. Sehingga mata kuliah transintegrasi ilmu yang dipejari dengan baik oleh mahasiswa.
Formulasi dalam kurikulum Transintegrasi Ilmu mencakup aqidah dan akhlak, tafsir dan hadits tematik, filsafat ilmu, ushul fiqh dan fiqh. Kemudian dari sains, big data mining dan artificial intelegence, literasi digital dan digital marketing serta literasi pemograman.

“Untuk awal ini akan jadi mata kuliah Universitas dan akan kita kembangkan menjadi mata kuliah Fakultas, pastinya semua butuh proses dan berbagai perbaikan,” pungkas Rektor UIN STS Jambi.

Pada saatnya nanti diharapkan muncul ilmu-ilmu, metode, pendekatan dan analisis baru sebagai solusi dari kompleksitas problem yang dihadapi masyarakat dari waktu ke waktu. Baik di Indonesia khususnya maupun dunia Islam lainnya pada umumnya.

Sesuai dengan perkataan Albert Einstein, “Science without religion is lame, religion without science is blind” “Ilmu tanpa agama lumpuh, Agama tanpa ilmu buta” (Albert Einstein, 1954).

Semua capaian dan fasilitas di atas dimaksudkan guna mempersiapkan alumni turun ke tengah masyarakat sehingga dapat berkontribusi dan berkompetisi pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dan post new normal, dengan tantangan yang semakin berat, tetapi juga peluang kerja yang semakin banyak dan bervariasi. Era tersebut menuntut kemampuan dan kompetensi tinggi dari alumni, karena tidak hanya berkompetisi dengan manusia namun juga berkompetisi dengan robot seperti apa yang disebut dengan artificial intelligent.