Rektor UIN STS Jambi Hadiri Peresmian Gedung dan Pengukuhan Guru Besar IAIN Kerinci

Rektor UIN STS Jambi Hadiri Peresmian Gedung dan Pengukuhan Guru Besar IAIN Kerinci

 

 

Sungai Penuh, (Humas UIN SUTHA)–Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. Asad Isma, M. Pd., menghadiri momen penting yang digelar oleh IAIN Kerinci, Jumat (23/2). Ada dua kegiatan yang diselenggarakan oleh IAIN Kerinci, yakni peresmian gedung kuliah terpadu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Jumat (23/2) pagi dan pengukuhan dua Guru Besar IAIN Kerinci, yakni Prof. Dr. H. Asa’ari, M. Ag., dan Prof. Dr. Hj. Wisnarni, M. Pd., pada Jumat (23/2) siang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kedatangan Rektor UIN STS Jambi tersebut bersamaan dengan kunjungan kerja Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT., dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, beserta rombongan dan juga sejumlah pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam se-Indonesia ke Kota Sungai Penuh.

Dalam kunjungan kerjanya itu, Dirjen Pendis sekaligus meresmikan gedung empat lantai yang nantinya akan digunakan oleh mahasiswa saat kuliah.

Dirjen menekankan beberapa poin kepada yang hadir untuk bisa diterapkan. Pertama, kata dia, aspek tangible harus selalu baik. Lalu kedua, kampus Islam mesti selalu mengimplementasikan empathi serta poin ketiga dan keempat adalah berkaitan dengan responsibility dan assurance.

“Untuk tangible, harus berhasil membangun model layanan publik baik. Dalam empathy, terapkanlah 5 S (Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun) atau 7 S. Lalu, terkait responsibility, harus sigap dan penuh semangat. Kalau ada kebaikan kerjakan sekarang juga, jangan ditunda sampai dia malah menjadi mustahil. Selanjutnya adalah assurance. Gedung yang mewah, sumber daya manusia juga harus melayani dengan ramah. Lalu lulusan juga harus mampu terserap oleh dunia kerja. Ingatlah juga bahwa kampus yang terbaik adalah kampus yang unggul,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dirjen juga mendorong agar sumber daya manusia perguruan tinggi untuk terus bekerja sama untuk mendapat tujuan. Hal ini karena hasil kerja yang maksimal bisa diperoleh melalui kerja sama.

“Sehebat apapun rektor, tidak akan hebat kalau tidak didukung orang-orang hebat. Tidak ada superman, yang ada superteam,” ucapnya. (*)