
Penjajakan Kerjasama UIN Jambi dan BKSDA Jambi
Seiring dengan pelaksanaan program-program pengusung visi dan misi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kamis (19/05), Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Su’aidi, MA., Ph.D bersama dengan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Bahrul Ulum, M.A. menerima kunjungan Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Bapak Rahmad Saleh, S.Hut., M.Si bersama dengan tim BKSDA lainnya, diantaranya Kasubag TU Balai BKSDA Jambi, Teguh Sriyanto, S.Hut., M.I.L.; Kepala SKW II Muara Bulian, Didik Bangkit Kurniawan, S.Hut.; Kepala SKW III Muara Sabak, Faried, SP.; beserta staff ahli perizinan Lembaga Konservasi dan lainnya di Ruang Rektor UIN STS Jambi.
Kunjungan ini merupakan undangan Rektor UIN STS Jambi kepada BKSDA dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas rencana penjajakan kerjasama antara kedua belah pihak dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat). Silaturahmi sekaligus rapat ini juga turut dihadiri oleh beberapa Pusat Kajian diantaranya yang hadir adalah Pusat Kajian Konservasi dan Sumber Daya Hayati (Ketua Pusat Bayu Kurniawan, M.Sc, Sekretaris Pusat Aini Qomariah Manurung, M.Si., dan Staff Pusat Sri Ramdayeni Sakunti, M.Sc.Ed), ketua Pusat Kajian Demografi, Etnografi dan Transformasi Sosial (Ahmad Syukron Prasaja, M.Sc), dan ketua Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan (Imam Arifaillah Syaiful Huda, M.Sc).
Dalam pertemuan ini, Rektor UIN STS Jambi memperkenalkan visi dan misi, capaian serta target dan tujuan kedepan UIN STS Jambi kepada tim BKSDA Jambi. Selain itu, hasil dari diskusi pertemuan ini juga menyampaikan maksud rencana pembentukan lembaga konservasi dan meminta saran dan masukan dari tim BKSDA mengenai rencana yang sedang diusung ini. Penyampaian visi misi UIN STS Jambi yaitu menjadi Universitas sebagai lokomotif perubahan, UIN STS Jambi diharapkan menjadi Lembaga Pendidikan pertama di Indonesia yang menjadi pelopor pendiri pusat konservasi bagi satwa dilindungi dan hampir punah yang juga akan menjadi sarana program Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun Kerjasama antara UIN STS Jambi dengan BKSDA Jambi kedepannya. Kepala BKSDA Jambi menyambut baik dengan rencana pembentukan lembaga konservasi, serta menyampaikan beberapa teknis terkait proses yang akan dilaksanakan demi terealisasi dan tercapainya kerjasama ini. Pada pertemuan ini, program kerjasama antara UIN STS Jambi dengan BKSDA dapat terwujud melalui MoU (Memorandum of Understanding) dan teknis kegiatan dalam pembentukan lembaga konservasi serta ruang lingkup kerjasama akan didiskusikan lebih lanjut di Balai KSDH Jambi.