Kukerta Usai, Puska Disabilitas Jemput Mahasiswa Difabel UIN Jambi

Kukerta Usai, Puska Disabilitas Jemput Mahasiswa Difabel UIN Jambi

Senin (14/08/23) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Maimunah Permata Hati Hasibuan, S.Sos., M.Si. bersama Sekretaris Pusat Kajian Disabilitas (PKD) Fiqi Nurmanda Sari, M.Pd. melakukan penjemputan mahasiswa difabel semester 6 (enam) yang telah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta). Diawali dengan penjemputan Dimas Dwi Putra mahasiswa difabel jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) di Pusat Kajian Disabilitas. Selanjutnya, penjemputan Nola Sutresnawati di program studi Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Terakhir, penjemputan Yasfa Saka Abimanyu P di Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP). Ketiga mahasiswa tersebut merupakan difabel tuna daksa.

Maimunah menyampaikan rasa terimakasih atas bimbingan dan kepedulian selama kukerta 40 hari kepada Ketua PKD, Dr. H. M. Syahran Jailani, M.Pd yang saat itu diwakili oleh Sekretaris pada saat penjemputan Dimas. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada Yudi Armansyah, M. Hum. selaku Ketua Jurusan IP yang telah membimbing Yasfa serta kepada Dr. Abdullah Yunus, M.Pd.I yang juga telah membimbing Nola. Dalam hal ini, ketiga mahasiswa difabel tersebut juga memberikan sebuah kenang-kenangan berupa kenang-kenangan kepada PKD dan Prodi tempat mereka kukerta. Yunus menyampaikan terimakasih kepada LPPM yang telah menitipkan peserta kukerta mahasiswa difabel ke prodi BPI. “Saya berterimakasih kepada LPPM yang telah menitipkan Nola. Hal ini agar kami lebih mengerti kebutuhan mereka dan siap memfasilitasi anak ini untuk meraih gelar sarjana”, ujarnya.

Setelah melakukan penjemputan, Maimunah juga berpesan pada ketiga mahasiswa difabel untuk menyelesaikan bagian terpenting dari kukerta berupa laporan kukerta kepada LPPM dan menyiapkan proposal skripsi agar ketiga mahasiswa difabel ini bisa melakukan seminar proposal sebelum Desember 2023. “Harapannya, mahasiswa difabel dapat menyelesaikan pendidikan S1 tepat waktu. PKD akan mengawal serta memonitor perkembangan penyelesaian skripsi ketiga mahasiswa difabel sehingga mereka menjadi role model dan contoh positif bagi mahasiswa difabel lainnya pada khususnya serta mahasiswa UIN STS Jambi umumnya”, tambah Syahran.

Sumber : Puska Disabilitas