Kopertais XIII Hadiri Peresmian Alih Status STAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Kopertais XIII Hadiri Peresmian Alih Status STAI An-Nadwah Kuala Tungkal

 

Humas UIN SUTHA~~Mewakili Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi selalu Koordinator Kopertais XIII, Sekretaris Kopertais XIII Dr. H. Jamrizal, M. Pd. menghadiri acara peresmian alih bentuk STAI An-Nadwah Kuala Tungkal menjadi Institut Agama Islam (IAI) An-Nadwah Kuala Tungkal dan pelantikan unsur pimpinan IAI An-Nadwah Kuala Tungkal, Senin (18/3)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam kegiatan tersebut, pihak Kopertais XIII memaparkan secara gamblang dan menghimbau, memotivasi, penegasan, dan komitmen dalam berkinerja terhadap para pejabat, para dosen, karyawan, dewan penyantun, serta pengurus yayasan, agar bisa mewujudkan kesolidan dalam berkerja, terutama segera selesaikan percepatan migrasi data dan membenahi tata kelola secara proporsional.

Kepada pejabat yang baru dilantik diimbau untuk bekerja secara cepat dan cekatan serta bangun skema kemitraan dengan berbagai pihak, sehingga apa yang menjadi kendala selama ini harus dijawab dengan banyak solusi, yang bisa saja dimulai dari ketika ngopi bersama, saling bercerita dan bertukar pengalaman, bergagas, beride cerdas, tapi dengan tekad bahwa semua harus saling menghargai dan memahami posisi.

“Saat ini yang perlu dan segara dikerjakan adalah proses penyiapan akreditasi lembaga dengan taget tertinggi yaitu unggul, dan bersama sama juga menargetkan agar semua program studi juga harus unggul,” ucapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kondisi tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar tawar lagi, melainkan harus segera dikerjakan dengan menciptakan tim yang solid dan berwawasan ke depan serta mempelajari bagaimana cara meningkatkan akreditasi kampus menjadi unggul, diantaranya adalah memperhatikan kualitas kurikulum pendidikan yang dijalankan, mengoptimalkan sarana dan prasarana pendidikan, membangun sistem tata kelola kampus yang modern, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan pencapaian Tri Dharma, dan melakukan berbagai kolaborasi.

“Lembaga Pendidikan Islam ini baru saja mengalami peningkatan status, yaitu dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, yang tentu juga harus disikapi dengan secepatnya untuk dilakukan penyesuaian jumlah Fakultas dan Program Studi, sehingga dalam persiapannya di bawah managerial Seorang Rektor harus berupaya sekuat tenaga dengan bekerjasama secara solid berazaskan kemitraan untuk melakukan Pemasaran Pendidikan, ke berbagai ranah Pendidikan setingkat lebih rendah ( Seperti MA, MAK, SMA, SMK dan dimensi ke pemerintahan/dinas instansi terkait, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, kota,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, seiring dengan kerja keras melakukan ikhtiar pemasaran pendidikan tersebut, tentulah semua unsur yang terlibat telah mendapatkan gambaran yang tepat dan telah menjadi buah pikiran personal tentang pengembangan program studi ke depannya.

Untuk itu lakukanlah langkah cerdas dan sharing pendapat bersama unsur civitas akademika dan unsur pimpinan Yayasan, guna memikir Prodi apakah yang paling cocok di buka lagi, namun kita harus tetap menjaga ketegasan dalam bersikap bahwa ketentuan dalam memilih Prodi Baru tersebut dapat dimaknai bahwa pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, harus jelas antara nama Program Studi Agama dan nama Program Studi Non–Agama, dan untuk menjamin agar animo masuk ke Perguruan Tinggi ini tetap dinamis / jika perlu meningkat, maka orientasi central berpikir kita adalah bahwa Kota Kuala tungkal yang merupakan harapan besar sebagai ranah bereksistensinya Lembaga Pendidikan Islam ini pastilah dilirik oleh semua komunitas kehidupan masyarakat yang tersebar di 13 kecamatan dengan tetap tegar menjalankan profesi kehidupan sebagai petani, berladang, nelayan, dan berwirausaha.

Dimensi generasi yang sedang tumbuh dan berkembang dengan asupan unsur nabati dan hewani yang tinggi di wilayah pemukiman kabupaten Tanjung jabung barat ini, telah dan jelas akan menciptakan tumbuh dan berkembangnya kehidupan yang syarat dengan ketenagan hidup beragama, lalu dengan banyaknya memngkonsumsi makanan sumber Sungai dan laut dengan nilai protein yang tinggi, sehingga usia sekolah / usia belajar (Kuliah) adalah sangat menjanjiklan untuk lahir mahasiswa mahasiswa yang berkualitas (Unggul).

“Untuk itu saya mengajak agar bisa bersikap cerdas dalam memilih Prodi apa yang sesuai dengan kondisi animo masyarakat kita saat ini, diantaranya adalah Fakultas/Prodi yang berumpun ilmu eksakta. Lalu semangat yang dibangun oleh Pemerintah, semata semata bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan menciptakan sinergitas berkompetisi secara sehat antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dengan Perguruan Tinggi Umum, dalam meraih mutu pendidikan dan predikat Akreditasi,” ujarnya.