
FUSA UIN SUTHA Bedah Kitab Tafsir Al-Jailani dan MoA dengan Markaz Al-Jailani Asia Tenggara
HUMAS UIN SUTHA – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) melaksanakan Bedah Kitab Tafsir Al-Jailani bersama Prof. Dr. Syarif Fadhil Al-Jailani Al-Hasani penafsir Kitab sekaligus implementasi kerjasama UIN SUTHA Jambi dengan Bank 9 Jambi di Auditorium Kampus I UIN Telanaipura, Jambi (28/03/22).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042 GAPU, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi dan Ketua Markaz Al-Jailani Asia Tenggara.
Bedah buku ini didiskusikan bersama Prof.Dr.H.Hadri Hasan, M.A yang merupakan guru besar Ilmu Tafsir UIN SUTHA Jambi dengan menghadirkan 50 Ulama, Akademisi dan Cendikiawan. Kegiatan ini juga dilaksanakan sekaligus MoU UIN SUTHA dan MoA Fakultas Ushuluddin Studi Agama dengan Markaz Al-Jailani Cabang Asia Tenggara. UIN sebagai fasilitator kegiatan ini berharap outputnya dapat menyatukan visi misi bersama. Kegiatan ini merupakan implementasi program dari pemerintah pusat di daerah pada bidang keagamaan. Tafsir ini juga merupakan tafsir yang langka dan agak sulit bagi kita untuk bertemu langsung dengan penulis tafsirnya. Untuk itu kita mengundang langsung para ulama, santri, cendikiawan untuk nantinya bisa berkontribusi menggunakan tafsir ini sebagai rujukan-rujukan dalam mengkaji permasalahan keagamaan Islam, ucap Dekan FUSA.
Rektor UIN Jambi berharap dengan acara ini kita ingin menjawab tantangan zaman, bahwa UIN tidak hanya bisa bicara tentang agama saja, tetapi juga tentang kesehatan, ilmu sains dan teknologi. Kita akan mengikuti perkembangan ilmu sains dengan tidak meninggalkan Al-Quran, fiqh, ilmu tafsir dan hadis. Beliau berpesan, Mudah-mudahan kita semua dapat mencerna ilmu yang diberikan oleh Syekh Syarif Fadhil, beliau datang jauh dari Turki merupakan kesempatan bagi kita untuk mendapatkan informasi secara langsung dan ini merupakan momen yang langka. Maka dari itu kita semua harus memanfaatkannya untuk bisa mereview dan mendiskusikan langsung.
Ketua Markaz Al-Jailani Asia Tenggara Danil Nafis, M.Si menyampaikan cerita tentang tafsir ini Al-Jailanai mempunyai identifikasi yang cukup tasawuf dan bisa dikatakan tafsir isyari. Didalam tafsir ini ada bentuk hikmah keilmuan. Tafsir kitab Al-Jailani saat ini telah tersedia dalam 32 Bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. Syekh Syarif Fadhil sudah mencari karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dengan mencari manuskrip selama lebih kurang 40 tahun. Hasil pencarian itulah yang kita lihat saat ini didepan kita. Manuskrip tafsir ini telah hilang lebih kurang 800 tahun dan Syekh Syarif Fadhil menemukan manuskripnya di Vatikan.
Pada saat kegiatan berlangsung, Syekh Syarif Fadhil menjelaskan bahwa beliau sangat senang kegiatan ini berlangsung setelah tiga tahun tidak bisa berkunjung ke Indonesia. Rasa kerinduan itu terjawab dengan diadakan kegiatan ini, ketika Tafsir yang ini saya buat dalam bahasa arab, yang hanya bisa memahami hanyalah orang berilmu, dengan adanya terjemahan ini tentu akan bisa lebih luas diketahui orang dengan bahasa Indonesia. Sekilas makna tafsir yang disampaikan beliau bahwa Syekh Abdul Qadir Al-Jailani membagi ilmu dalam tiga bagian: ilmu hakikat, ilmu maknawi, ilmu umum.
________________________________
Penulis: Maulana Abdul Ghaffar, S.IP
Redaktur: Azizi, S.Kom., M.Si