Dr. Qaseem Muhammadi: “Kita harus Bersatu Mensupport Palestina”

Dr. Qaseem Muhammadi: “Kita harus Bersatu Mensupport Palestina”

 

 

Pusat Admisi dan International Office bekerjasama dengan UKM PIKMA (Penalaran Ilmiah dan Kreatifitas Mahasiswa) mengadakan Webinar Series 1 dengan tema “Muslim Responsibilty toward Palestine”. Webinar ini mendatangkan pemateri dari Univeristy of Qom, Iran Dr. Qaseem Muhammadi.

Dalam paparannya, Dr. Qaseem memulai dengan perintah Allah dan Rasul agar dapat menjaga dan mempertahankan harta yang dimiliki. Bahkan Allah akan memberikan ganjaran yang besar jika seseorang mati dalam mempertahankan hartanya.

Dalam konteks Palestina, saat ini mereka sedang berjuang untuk mempertahankan kedaulatan negaranya. Setelah bertahun-tahun mengalami penjajahan, penindasan, dan penyerangan rakyat di Palestina berjuang untuk mempertahankan tempat tinggalnya. Jadi menurut Dr. Qaseem, tidak tepat jika media mengatakan Hamas yang memulai sehingga Israel melakukan penyerangan. Justru sebaliknya, Palestina mempertahankan diri setelah menerima serangan dan penindasan dari Israel yang terjadi selama berpuluh-puluh tahun. Seperti yang dilakukan oleh pejuang dan pahlawan di Indonesia sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.

 

Selanjutnya, Dr. Qaseem mengkritik pemerintah negara-negara Timur Tengah yang tidak melakukan apa-apa terkait Tindakan Bar-Bar Israel. Sembilan negara Arab termasuk Arab Saudi yang menolak meutuskan hubungan dengan Israel. Dr. Qaseem menyindir 9 negara Arab ini tidak malu terhadap negara Bolivia, Kolumbia, Chile, dan Honduras yang berada jauh di Amerikan latin sana.

Namun demikian, Dr. Qaseem hanya mengkritik pemerintahnya saja. Karena warga negara baik di Timur Tengah maupun di seluruh penjuru dunia menunjukkan support terhadap Palestina. Hal ini terbukti dengan demo besar-besaran yang terjadi di mana-mana, bahkan di Amerika dan Israel itu sendiri.

 

Selanjutnya, Dr. Qaseem memaparkan apa yang harus diperbuat sebagai bentuk support terhadap Palestina. Yang pertama, Dr. Qaseem minta kepada semua peserta untuk berdoa dan tidak menyepelekan doa. Dr. Qaseem juga meminta untuk peserta aktif dalam memberikan penyadaran masal pada sosial media. Karena kesadaran global dapat terbentuk dengan massivenya postingan dukungan terhadapa Palestina. Karena saat ini organisasi semacam PBB dan Uni Eropa pun semacam tidak punya kuasa. Dr. Qaseem juga meminta agar peserta dapat memberikan bantuan dalam bentuk apapun, karena sekecil apapun bantuan yang kita berikan akan bernilai sangat penting untuk saudara kita di Palestina, termasuk memboikot produk-produk Israel. Terakhir, Dr. Qaseem meminta jika ada demonstrasi di jalan untuk mendukung Palestina maka ikut sertalah, agar mata dunia terbuka bahwa dukungan Masyarakat internasional tidak akan berhenti untuk Palenstina. “Kita harus Bersatu mensupport Palestina.”

Hal ini tentu dapat menyadarkan negara-negara barat yang selalu berkoar-koar tentang persamaan hak, tentang kesetaraan, tentang anti penindasan. Namun kampanye yang mereka sebarkan di mana-mana diinjak-injak oleh Israel, namun barat diam dan bahkan mendukungnya.

Sangat menarik mendegarkan paparan Dr. Qaseem dari ICCORA Iran. Iran yang notabene sebagai musuh bebuyutan Israel dari tahun ke-tahun. Hal ini tentu dapat memberikan insight tersendiri bagi peserta webinar.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dan dibuka oleh Plt. Rektor UIN STS Jambi, yang diwakili oleh wakil rektor III bidang kemahasiswaan dan kerjasama, Dr. Bahrul Ulum. Dalam sambutannya Dr. Bahrul Ulum menyampaikan salam dari Plt. Rektor Bapak Prof. Dr. Abu Rohmat, yang tidak dapat hadir karena berbenturan dengan agenda lain. Seterusnya Dr. Bahrul Ulum mengapresiasi kegiatan ini, di mana tragedi genosida di Palestina memang perlu mendapatkan perhatian serius termasuk dari para akademisi. Mudah-mudahan dengan diskusi ini dapat memantik kesadaran untuk terus melakukan pembelaan dan dukungan terhadap Palestina.

 

Wakil Rektor III juga mengapresiasi kehadiran Dr. Qaseem Muhammadi dari Universty of Qom. Dr. Qaseem juga merupakan direktur dari Lembaga ICCORA, di IRAN. Sehingga menurut Dr. Bahrul, perlu mengadakan kerjasama tindak lanjut dengan kedua instansi dalam bentuk lainnya seperti penelitian, pengajaran, dan pengabdian pada masyarakat.

Sumber : Pusat Admisi dan International Office